Sajak Dalam Diam
Malam seakan tak berhenti bernyanyi.Indah suara bermacam makhluk didalamnya.
Tak lupa sesekali semilir angin malam menyapa dalam tawa.
Seakan ingin berkata betapa hina-nya rasa ini.
Rasa yang selalu ku kirimkan kepada angin.
Ah . . . angin akankah engkau menyampaikan itu padanya ?
Mungkin tidak , mungkin pesanku terbang entah kemana sebelum aku menyadarinya.
Ya, Benar saja , pesanku hanya sebatas kabar yang di bawa angin dan tak pernah sampai.
Aku murka , melihat dunia yang seakan penuh dengan cinta.
Kenapa ? Kenapa kisah ini tak sama manisnya ?
Seakan hanya pahit yang kurasa .
Sunyi dalam diam , sepi dalam angan .
Cinta . . Oh. . . begitu di angungkannya dikau.
Bahkan banyak manusia tersesat didalmanya.
Seakan tiada lagi Tuhannya.
Mengapa ? aku MUAK !
Kini seakan semua menjadi mimpi.
Mimpi buruk yang mungkin tak pernah berakhir.
Mimpi yang membawa diri larut akan tangisan emosi.
Hitam . . Putih warna dunia saat tak ada yang mehiasinya.
Kenapa ? seakan dunia tiba tiba berpaling dariku.
Apa Salahku ? tak pernah ku mengerti apa yang dunia inginkan.
Saat semua menghilang , aku tahu angin selalu berhembus.
Ketika kekeringan melanda , hembusan angin akan membawa hujan dan menyegarkannya.
Hati oh Hati . . seakan semua jadi misteri.
Saat cinta datang dan pergi , semua tak ku mengerti.
Seakan Rindu dan benci menjadi satu dalam asa.
Hanya angin yang mampu mengerti semua.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
SIlahkan tinggalkan komentar