Kepada Hujan ~
Kepada Hujan . . .Entah . . . Kapan engkau akan kembali namun aku merindukanmu ~
Layaknya hati yang selalu menanti akan kehadiran dirimu.
Kepada Hujan . . .
Kapan kemarau akan berlalu ? Aku terlalu mampu untuk menunggu ~
Layaknya hati yang selalu menanti walau di landa pilu.
Kepada Hujan . . .
Aku masih menunggu . Berharap awan mendung akan menjamu ~
Layaknya hati yang selalu terbuka akan kasih sayangmu.
Kepada Hujan . . .
Aku layaknya matahari. bersinar tanpa henti. ~
Layaknya hati yang mencintai sampai mati.
Kepada Hujan . . .
Kita layaknya langit dan bumi. Jauh namun dekat. ~
Layaknya hati yang tak bisa merapat.
Kepada Hujan . . .
Seperti Tsunami yang menghantam tanpa henti ~
Layaknya Hati yang hancur namun masih mampu berdiri.
Kepada Hujan . . .
Kau adalah air . Pelipur lara penghapus dahaga ~
Layaknya Hati yang tersirami akan cinta.
Kepada Hujan . . .
Aku mulai frustasi menanti dan terus menanti ~
Layaknya hati yang lelah akan tersakiti.
Kepada Hujan . . .
Mungkin aku terlalu naif untuk seorang manusia ~
Layaknya hati yang hanya selalu menanti akan dirinya.
Kepada Hati . . .
Entah . . . Kapan Cinta akan kembali ~
Layaknya Hujan yang datang silih berganti namun tak pernah pasti.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
SIlahkan tinggalkan komentar