Still Be A Memories
Kenangan , dan selalu saja kenangan. Entah padahal hampir tak ada yang menarik dari kenanganku, hanya sebuah kenangan yang di ciptakan dari perjalanan hidup.Ah bodohnya Aku , membiarkan kenangan yang lain merusak memori hidupku . Bodohnya lagi , Aku membiarkan memori ku untuk menulis rangkaian kata ini melalui smartphone ku. Stop cukup , Aku tau sudah cukup bodoh untuk jatuh cinta dan tak mampu untuk melupakanmu.
Ya Kamu yang kini mungkin sudah meracuni 2/3 otak dan hidupku , seakan terus menyebar layaknya "Ramnit" dan "Worm" yang sering ku hadapi di kehidupanku.
Kau tahu apa yang lebih bodoh ? Menyimpan semua memori tentangmu dan tak kuasa hanya menjadikannya sebuah memori saja , namun malah membuat layaknya trauma yang selalu ada dan tersimpan rapi di otak kecilku.
Aku suka biologi , namun tak ada satupun siklus di dunia ini yang mengharuskanku melupakanmu kecuali kematian , begitu pula dengan bahasa pemrograman , tak ada 1 syntax dan command pun yang mewajibkanku untuk mendelete kenangan tentangmu kecuali terjadi formating.
Bodoh tak ada gunanya Aku menggerutu. Toh, Aku masih tak mampu melupakanmu , buktinya Aku masih saja menulis semua kata tentang kamu.
Kenapa ini semua harus tentang kamu ? Padahal tak ada lagi rasa yang tersisa untukmu. Setidaknya itu yang di ucapkan otakku . Entah Aku tak pernah mampu berkompromi dengan hatiku , apalagi otakku tak pernah sejalan dengannya .
Ingin rasanya Aku menyudahi semua tulisan tentangmu , namun apa daya , Tulisan ini masih terlalu pendek untuk di kelompokkan dalam konten teks manapun . Jangankan paragraf , kalimat pun hampir tidak sudi menerimanya . Kenapa ? Pikir saja mana ada tulisan yang tak padu bisa di sebut kalimat ?
Terlalu banyak berfikir , ya Aku kira itu yang terlalu banyak ku pikirkan . Aku selalu saja mencari kebahagiaan tanpa mau di sakiti. Ayolah ini dunia nyata bukan dongeng , namun masih saja Aku mengharapkannya.
Kini untuk kesekian kalinya Hujan datang lagi . Seketika menyeruak semua memori ini sekali lagi , bagai tombol rewind yg memutar ulang semuanya.
Aku ingin bebas , namun Aku juga perlu di belenggu . Aku ingin bebas dari masa lalu namun Aku juga perlu di belenggu agar tidak melupakan memori ku.
Angin , ya itu yang bisa menggambarkan dirimu . Entah siapa yang salah Aku atau dirimu. Harusnya engkau yg mengerti itu . Aku hanya hujan . Ya , hujan yang di bawa datang dan pergi oleh angin.
Aku ingin tinggal namun apa daya engkau selalu bertiup. . .
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
SIlahkan tinggalkan komentar