Catatan Masa Lalu Yang Terlupakan

[FanFict] Aku Dan Perasaanku (Part 2)

Tidak ada komentar
Sialan kenapa aku semakin terbawa perasaan ? perasaan yang harusnya sudah hilang sejak tiga tahun yang lalu . perasaan yang ku anggap hanya sebatas suka bukan cinta . tapi entah, kenapa seakan sangat sulit untuk melupakannya.

 

Tiga tahun pula sudah aku tidak mendengar kabarnya. entah dimana dan apa yang di lakukannya sekarang , apakah dia menerima permintaan Ega untuk menjadi pacarnya atau menolaknya ? aaarrrgggghhh !!! persetan dengan itu , seakan sangat sulit menerima penyesalan dan kenyataan yang hadir dalam kepalaku kini.


Shan, di manapun kamu sekarang entah kamu sama siapa , Aku harap kamu selalu baik - baik aja. Aku cuma berharap kamu bahagia disana , semoga Tuhan selalu melindungi kamu dan aku cuma pengen kamu tahu . kalau Aku sayang sama kamu . . .
Sialan kenapa aku bisa berpikir demikian ? Tuhan berikan aku jawaban.


Aku hanya dapat berbaring dan menatap langit langit kamar sembari memikirkan apa yang baru saja Aku pikirkan . Pikiranku semakin kalut dengan perasaan yang sampai sekarang masih tidak bisa ku pastikan.Aku hanya berharap Tuhan akan mengirim jawaban atas semua do'a ku , semua kegelisahanku dan semua tentang perasaanku.


***


Pukul tujuh pagi , Aku terbangun kala mendapati sinar mentari sudah menerangi seisi kamarku. Untunglah ini hari Minggu jadi, Aku tidak perlu repot-repot untuk bergegas pergi ke Kampus. Apa ini ?? Aku terkejut kala melihat sebuah pesan dari teman lamaku . . .


From : Reza
Message :
Eh elo sibuk gak hari ini ? katanya anak anak pada pengen ngajakin ketemuan , sekalian reunian gitu , bisa ?



Aku hampir saja tidak percaya dengan apa yang Aku lihat , sebuah pesan yang mungkin saja dapat mempertemukan Aku dan Shania untuk sekali lagi . Tuhan , inikah jawabanMu ? Tanpa pikir panjang langsung saja Aku menjawab pesan itu dan dengan jelas mengatakan "IYA!!" so, aku juga tidak memiliki kegiatan apa apa hari ini selain bermalas malasan seperti yang selalu aku lakukan setiap Minggunya.


Sudah pukul sembilan lewat empat puluh delapan menit saat Aku memperhatikan jam digitalku. Aku segera masuk ketempat yang telah di beritahukan Reza sebelumnya . Sebuah cafe sederhana di sudut kota tampak tidak terlalu ramai pengunjung dengan aroma kopi yang sangat khas membuatku merasa betah disini. seketika Aku memperhatikan sekeliling , tidak begitu sulit memang untuk menemukan sosok Reza apalagi cafe itu tidak begitu ramai jadi sangat mudah untuk menemukan segerombolan orang.


Seketika Aku langsung menuju kearah mereka , seketika mengucapkan kata "Hai" dan mereka semua terlihat senang melihat kehadiranku, kami pun terbawa dalam perbincangan yang mampu membuat kami lupa waktu. Tapi Aku tetap saja sesekali melihat sekeliling mencari sesosok wanita yang . . .


"Woy ! elo ngapain celingak celinguk gitu ?" seketika Reza menyadarkanku dengan perkataannya.


"Enggak kok enggak kenapa kenapa." jawabku santai.


"Elo nyariin orang ? , si Shania ?" tandas Reza.



"Eh bukan kok bukan , tadi ngeliat orang mirip temen gue di kampus." jawabku sambil menyembunyikan kekagetanku akan tebakan Reza yang sepenuhnya benar. Ya, Shania tidak datang pagi itu.


***

Tidak terasa beberapa jam berlalu , sementara jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Semua teman temanku sudah pulang sejak beberapa jam yang lalu , Entah apa gerangan yang menahanku untuk tidak beranjak dari sini. Mungkin , suasana cafe ini terlalu nyaman untuk berlama lama di dalamnya atau Aku yang terlalu senang memperhatikan hujan yang tengah mengguyur kawasan ini . Ya , Aku memang orang yang sangat senang memperhatikan hujan , entah pesona apa yang ada padanya hingga Aku betah berlama lama memandanginya. Sebuah hal yang selalu dapat membuat hatiku tenang , sekan larut dalam kedamaian . . .


Bosan , hanya itu yang Aku rasakan sehingga ku putuskan untuk mengeluarkan laptop dari dalam tas ku , mungkin hanya untuk browsing atau sekedar untuk blogging. Entah kenapa seakan tangaku bergerak sendiri menekan semua pilihan dan seketika saja tampilan untuk membuat posting baru sudah terpampang di layar monitorku. Sontak beberapa saat kemudian ku putuskan untuk membuat sebuah posting-an sederhana berupa cerita atau hanya sekedar sajak beberapa rima.


Tanganku tak mampu bergerak kala membaca judul apa yang baru saja Aku tulis. Sebuah posting tanpa isi berjudul "Dear Shan". Arrrrggghhh ada apa dengan diriku ? Ada apa dengan perasaanku ? Mungkin hujan yang sedang mengguyur , di tambah suasana sepi cafe yang memang sudah sepi pengunjung dan alunan lembut suara Marcell dalam lagu Firasat yang mengalun indah dari pengeras suara membuat suasana hatiku semakin kalut. Daripada semakin kalut aku putuskan untuk menutup laptopku dan kembali meminum cokelat panasku yang sudah dingin. Aku memang tidak suka pahit karena menurutku pengalaman cintaku sudah cukup pahit. Ya , cinta yang tak pernah berani ku ungkapkan , pergi bersama seseorang yang kini tak tahu kabar beritanya.


Sorot lampu taksi yang baru saja tiba menarik perhatianku , kulihat sesosok wanita keluar dari dalamnya. Sekilas ku perhatikan dandanannya sangat casual dengan celana panjang , entah sepatu atau sendal berbentuk slop dan mengenakan terusan seperti dress namun lebih pendek entah apapun namanya karena Aku memang tidak terlalu mengetahui tentang dunia fashion wanita. Bagiku kaos oblong , celana panjang , mau menggunakan sepatu atau sendal sudah cukup untuk di kenakan kemanapun kecuali untuk beberapa acara resmi yang memang mengharuskan kita untuk menggunakan pakaian tertentu.


Rambut panjang se-punggung yang di biarkan terurai , hanya itu yang Aku ingat sebelum wanita itu memasuki cafe. Pukul 21.48 sudah seharian Aku disini dan kuputuskan untuk menghabiskan minumanku lalu pulang. “Hai !!” suara yang terdengar sangat familiar di telinga . Hampir saja aku semburkan seluruh minuman yang masih berada di dalam mulutku saat Aku menyadari seorang wanita anggun yang tadi baru saja turun dari taksi kini berada tepat di hadapanku, berdiri dan tersenyum. Senyuman manis yang sudah lama tidak pernah kulihat lagi sejak 3 tahun yang lalu. Ya , wanita itu siapa lagi kalau bukan “Shania” yang baru saja menyapaku dan membuatku kaget setengah mati.


“Eh kenapa ? Kaget ya ? Sorry ya kalu bikin kamu kaget” ucap Shania penuh penyesalan.


“Gak apa-apa kok , hehe . . .” jawabku yang masih tidak percaya dengan apa yang sedang aku lihat.

 

“Aku gak di silahin duduk nih ?” tandasnya.



“Eh iya , silahkan duduk “ jawabku gugup.


 

Bodoh cowok apaan sih gue sampai sampai bikin cewek berdiri kayak gitu , gak di silahin duduk pula , Bego! Seketika aku berucap dalam hati . Kenapa Aku harus seperti ini di depan seorang wanita , dan wanita itu harus Shania !



“Kok jadi bengong gitu ? Oh iya yang lain pada kemana ?” ucapnya lagi yang seketika membuatku tersadar dari lamunanku.



“Oh eee enggak kok , yang lain udah pada pulang dari tadi. Cuma tinggal Aku doang , berdua sih sama kamu hehe” jawabku sambil menyembunyikan perasaan gugupku.


“Lho ? Kok bisa ? Emang acaranya mulai jam berapa ?”
tanyanya.


“Jam 9.30 . . . Pagi. . .” jawabaku sambil memberi jeda agar Shania tidak terkejut.


“Ya ampun !!! Jadi acaranya tadi pagi ? aduh tuh kan salah jadwal deh hufftt” ucapnya kesal.


Aku hanya bisa tersenyum melihat ekspresinya saat itu.


“Tapi kok kamu belum pulang ? Bukannya ini udah lewat beberapa jam ?" Tambahnya.


“Lagi mau lebih lama disini aja , enak suasananya. Kamu pengen pulang ? Aku antarin pulang ya ?” jawabku seraya menawarkan untuk mengantarnya pulang.


“Enggak kok eggak , masa baru aja nyampe langsung pulang ? Kurang rasanya kalo lama gak ketemu gak cerita - cerita dulu. But , thanks kalo kamu mau nganterin pulang."
balasnya santai.



Tidak terasa sudah lewat pukul 11.00 malam . Akupun mengantarnya pulang sesuai dengan janjiku. Lagipula , Aku tak tega melihatnya harus pulang sendirian. Akhirnya kami berhenti didepan sebuah rumah sederhana nan asri. Minimalis tapi tetap tertata rapi.


"Jadi rumah kamu disini ? gak jauh ya dari SMA kita dulu , pantas kamu selalu jalan kaki kalo pulang."



"Gitu deh , lagian kalo Aku pake motor kan sayang bensin-nya hahaha." ucapnya sambil tertawa , ya sebuah tertawa yang sudah lama tak ku dengar. Sebuah tertawa tulus yang bisa membuat orang lain tersenyum bahkan ikut tertawa.



"Mau mampir dulu ?" tanyanya.



"Oh Thanks , tapi ini udah malem jadi mungkin Aku langsung pulang aja." jawabku sambil tersenyum.



" It's okay , kapan kapan mampir ya ?"



"I will , Good Night. . ."



"Good Night too , makasih udah mau nganterin pulang , hati - hati di jalan ya . . ."
ucapnya sambil tersenyum kemudian membalikkan badan dan menghilang di balik pintu.

 

Aku masih tidak bisa mempercayai dengan apa yang terjadi malam ini. Semuanya berjalan seperti mimpi. Aku bertemu lagi dengan Shania dan mengantarnya pulang.


Tuhan, inikah jawabanMu atas semua yang terjadi selama ini ? Aku di pertemukan lagi dengan seseorang dari masa lalu yang tak pernah bisa ku lupakan ? I hope it's sign for something good . . .




Bersambung . . .

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

SIlahkan tinggalkan komentar