Lagi . . . Ini Tentang Hujan . . . Ini Tentang Perasaan
Ah bau tanah yang tersiram oleh air hujan , sudah lama Aku tidak menciumnya . Rasanya energi ku terisi penuh kala hujan datang , entah karena apa . Hanya saja Aku . . . Suka.Bodohnya , semua memori seakan ikut terkuak layaknya tanah yang di jamah oleh hujan. Rentetan kejadian , kenangan akan masa lalu , flashback cerita cinta , semuanya sekan ter-Rewind kembali di dalam kepala ini. Entah mana yang lebih bodoh , Aku yang menunggu hujan atau kenangan yang ikut bersama hujan.
Jangan sebut Aku bodoh , karena Aku sudah terlalu bodoh untuk membiarkan kenangan ini tetap hidup bersama hujan. Ya , hidup bersama hal yang paling ku sukai dalam hidup. Melupakan semua kenangan itu ? Nampaknya engkau lebih bodoh dari ku , mana bisa ku hapus begitu saja kenangan yang sudah di titipkan Tuhan kepadaku . Aku tak mau dan takkan pernah mau , sebut saja Aku keras kepala !
Hujan sudah berhenti , begitu pula semua kenangan yang di putar bagai rekaman dari sebuah kaset dalam kepalaku juga berhenti. Kini hanya alunan lagu dari Idol Group favoritku yang tertinggal menemaniku dalam sendu.
Berapa kali saat ku jatuh cinta dan terluka
Ketika ku tatap langit terlihat bayangan dirimu
Daripada kata lembut, kata penghiburan
Langit malam yang tetap tak berubah, membuat ku merasa damai
Begitu liriknya , entah kenapa Aku menyukai liriknya mungkin karena pengalamanku untuk jatuh cinta dan kemudian terluka lagi cukup untuk mengartikannya.
Sudah, Cukup! Aku tak mampu lagi untuk melanjutkan menulis kata kata lainnya , hujan sudah reda begitu pula semua yang ada di kepala hilang beserta hujan . . .
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
SIlahkan tinggalkan komentar